BERITA

  • HARDIKNAS DAN PEMBELAJARAN VIA DARING

    HARDIKNAS DAN PEMBELAJARAN VIA DARING

    WONOSARI – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid, S.Pd. MM melakukan videocall dalam acara Obrolan Pagi di channel  televisi RBTV Yogyakarta dengan tema “Hardiknas dan Pembelajaran Via Daring”. Noviq Putra selaku presenter Obrolan Pagi memberikan beberapa pertanyaan kepada Bahron Rasyid, S.Pd. MM.

    Dalam videocall ini, Bahron Rasyid menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional tahun ini sangat istimewa dengan tema Belajar dari Covid-19 yang dimaknai sebagai pembelajaran utuh dari segala aspek dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

    ‘’Ki Hajar Dewantara menyampaikan gagasan bahwa 3 pusat pendidikan adalah keluarga, masyarakat dan pemerintah, sehingga dengan Covid-19 kita belajar bagaimana pemerintah dan masyarakat ikut membelajarkan anak-anak, bagaimana orang tua mendampingi anak belajar di rumah’’. Jelas Bahron, Jumat (08/05/2020).

    Bahron Rasyid menjelaskan bahwa pembelajaran di rumah tidak dalam rangka menuntaskan ketercapaian kurikulum tetapi lebih ditekankan pada pendidikan karakter anak terutama dalam menghadapi situasi saat ini.

    Belajar di rumah bisa melalui berbagai media baik media sosial seperti facebook, grup whatsapp maupun media elektronik seperti televisi, radio,  dengan daring dan alternatif lain. Di Kabupaten Gunungkidul belajar di rumah menggunakan via daring untuk jenjang SMP sekitar  50% dan jenjang SD 30% selebihnya manual dengan tugas-tugas dari guru. Belajar di rumah via daring tidak bisa 100% karena adanya beberapa kendala.

    ‘’Yang menjadi kendala antara lain tidak semua wilayah tempat anak tinggal mendapat akses jaringan, dan tidak semua anak memiliki perangkat untuk melakukan belajar di rumah via daring.’’ tambah Bahron.

    Bahron Rayid juga memberikan apresiasi bahwa di tengah-tengah tanggung jawab guru dimana yang lain bisa via daring, masih ada anak yang sama sekali tidak terjangkau sehingga ada beberapa guru yang melakukan door to door untuk memberikan pembelajaran. Hal ini adalah suatu kebanggaan bagi guru yang melaksanakan tugas dalam keterbatasan tetapi penuh tanggung jawab sebagaimana  dedikasi profesi.

    ‘’ Kami berharap masyarakat, orang tua, anak-anak semua bisa menjaga kesehatan, tetap belajar, dan tetap berdoa agar nantinya kita dapat melalui ini dengan baik dan selalu bahagia’’. Ucap Bahron mengakhiri.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks