Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dan Lapas Gunungkidul Jalin Kerja Sama Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Gunungkidul – Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonosari melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk sinergi dalam memberikan layanan pendidikan kesetaraan bagi warga binaan. Kerja sama ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dan Kepala Lapas Kelas IIB Wonosari, disaksikan oleh jajaran kedua instansi.

Melalui kerja sama ini, sekitar 200 warga binaan yang membutuhkan layanan pendidikan akan difasilitasi untuk mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Bocah Pinter, yang mengedepankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga terus mengembangkan Program Geni Seko Gunung (Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul) sebagai upaya memastikan tidak ada warga Gunungkidul yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Salah satu implementasi program tersebut adalah penyelenggaraan layanan Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, layanan pendidikan bagi warga binaan akan dikoordinasikan oleh UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Gunungkidul. UPT SKB akan memberikan pendampingan pembelajaran sesuai jenjang pendidikan yang diikuti, sehingga proses belajar dapat berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIB Wonosari menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu bekal penting dalam proses pembinaan warga binaan agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dan Lapas Kelas IIB Wonosari, diharapkan layanan pendidikan kesetaraan dapat menjangkau lebih banyak warga binaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki kesempatan yang sama untuk terus belajar sepanjang hayat.

Komentar