Bupati Gunungkidul Beri Pembekalan 757 P3K Paruh Waktu: Tekankan Integritas dan Literasi Keuangan

Gunungkidul – Sebanyak 757 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan pembekalan mengenai pembangunan budaya kerja, integritas, dan pengelolaan keuangan, diselenggarakan di Bangsal Sewokoprojo, Selasa, (30/12/2025). Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Kepala Dinas Pendidikan, serta jajaran Direksi PT BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati merinci bahwa dari total 757 pegawai tersebut, terdapat tambahan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai kategori. Ia juga menanggapi adanya keresahan dari sekitar 291 pegawai terkait klasifikasi upah yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK).


"Kami memahami ada yang merasa gelisah mengapa gajinya berbeda atau terkesan turun. Perlu kami jelaskan bahwa penentuan kluster upah didasarkan pada data cut-off bulan Juli," jelas Nunuk.

Ia memaparkan bahwa sistem penggajian menggunakan sistem grading (seperti Grade 1A hingga Grade 3) yang mengacu pada penghasilan riil sebelumnya, baik dari dana BOS maupun APBD, agar tidak ada pegawai yang menerima upah di bawah standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Gunungkidul, Suci Sulistiawati, memberikan peringatan keras mengenai tantangan di era digital. Ia mengimbau para P3K untuk waspada terhadap maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, serta investasi bodong.

"Sebagai bank milik daerah, kami berkomitmen mendukung kesejahteraan pegawai P3K melalui fasilitas perbankan yang sehat dan terpercaya. Jangan sampai ada yang terjerat pinjol ilegal yang dapat menjerumuskan masa depan," tegas Suci dalam sambutannyannya.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam arahannya menekankan bahwa meskipun berstatus paruh waktu, peran mereka sangat mulia dan strategis dalam pondasi pendidikan daerah. Bupati Endah menegaskan bahwa secara kasat mata, tidak ada perbedaan antara ASN dan P3K Paruh Waktu saat sudah menjalankan tugas melayani masyarakat.

"Lakukan pekerjaan ini sebagai amanah dan pengabdian, bukan sekadar kewajiban karena dibayar negara. Jika kita bekerja dengan hati, pintu rezeki lain akan terbuka dari arah yang tidak disangka-sangka," ujar Bupati Endah memberikan motivasi.

Bupati juga berbagi pengalaman pribadinya mengenai pentingnya manajemen keuangan dan kemampuan membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Ia mengajak para pegawai untuk membuat resolusi keuangan yang realistis dan disiplin dalam menabung guna menghindari kesulitan ekonomi di masa depan.


"Literasi keuangan bukan semata-mata tentang mengelola penghasilan tetapi juga tentang membangun perencanaan keuangan yang sehat, bijak dan bertanggung jawab." pesan Bupati.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar seluruh P3K Paruh Waktu dapat bekerja secara profesional, berintegritas, dan mampu mengelola kesejahteraan keluarga dengan bijak di tengah tantangan zaman.

Komentar