Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penilik dan Pengawas TK, SD, dan SMP yang bertempat di Ruang Rapat Tut Wuri Handayani, Gedung A Lantai 3 Dinas Pendidikan. Kegiatan ini diikuti seluruh Penilik serta Pengawas jenjang TK, SD, dan SMP sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan penyegaran tugas melalui rotasi wilayah binaan.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan satu kesatuan proses berkelanjutan. Pendidikan yang baik di jenjang PAUD menjadi modal bagi SD, dan fondasi kuat di SD adalah kunci keberhasilan di SMP.
Beliau
menekankan bahwa peran Penilik dan Pengawas adalah setara serta saling
melengkapi. Pengawas memastikan kualitas pendidikan di sekolah formal (TK, SD,
SMP), sementara Penilik memastikan layanan pendidikan nonformal dan PAUD
berjalan sesuai standar. Oleh karena itu, koordinasi lintas jenjang di setiap
wilayah kecamatan harus diperkuat guna memastikan transisi PAUD ke SD
berlangsung menyenangkan dan berkesinambungan.
Dalam
arahannya, Kepala Dinas juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan
belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying). Seluruh
jajaran diminta peka terhadap laporan masyarakat serta memastikan satuan
pendidikan menjadi ruang yang kondusif bagi tumbuh kembang karakter peserta
didik.
Selain itu,
Penilik dan Pengawas ditegaskan sebagai “mata dan telinga” Dinas Pendidikan di
lapangan sekaligus wajah institusi dalam berinteraksi dengan sekolah dan
masyarakat. Profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap regulasi,
termasuk pelaksanaan ketentuan berpakaian ASN sesuai Surat Edaran Bupati Nomor
45 Tahun 2025, menjadi bagian dari komitmen menjaga marwah jabatan.
Rotasi
tugas ditegaskan sebagai bentuk penyegaran organisasi, bukan hukuman.
Perpindahan wilayah merupakan upaya mendistribusikan kompetensi secara merata
demi peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kepada
Penilik dan Pengawas yang menempati wilayah baru, disampaikan beberapa pesan
utama:
- Segera beradaptasi dan mengenali
karakteristik satuan pendidikan binaan.
- Mengedepankan fungsi pendampingan
(coach), menjadi mentor dan problem solver, bukan sekadar pemeriksa
administratif.
- Memastikan implementasi Kurikulum Merdeka
berjalan substantif, dengan fokus pada penguatan literasi dan numerasi.
- Menjunjung tinggi etika, integritas,
serta semangat melayani.
“Kita
adalah pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani,” tegas beliau.
Penyerahan Satya Lencana sebagai Apresiasi Pengabdian
Pada
kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Satya Lencana kepada aparatur
yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugasnya di
bidang pendidikan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas loyalitas,
integritas, serta komitmen dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten
Gunungkidul.
Momentum
ini diharapkan semakin memotivasi seluruh Penilik dan Pengawas untuk terus
meningkatkan profesionalisme serta menjaga semangat pengabdian dalam setiap
pelaksanaan tugas pembinaan di lapangan.
Mengakhiri
sambutannya, Kepala Dinas mengajak seluruh jajaran membuktikan bahwa rotasi ini
akan membawa perubahan signifikan terhadap Rapor Pendidikan daerah, menuju
capaian yang lebih baik.
Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan integritas, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul berkomitmen terus menghadirkan layanan pendidikan yang aman, kondusif, dan berkarakter bagi seluruh anak-anak Gunungkidul.
Senin, 22 Desember 2025
Jumat, 19 Desember 2025
Jumat, 19 Desember 2025